Daerah  

Pasca-Ledakan di PT OSS Morosi, DPRD Konawe Desak Evaluasi Total dan Usut Dugaan Kelalaian

KONAWE — Tungku Smelter 1 PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan meledak pada Sabtu (17/10/2026) sore. Insiden tersebut disusul munculnya asap hitam tebal yang membubung tinggi di kawasan pabrik.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Konawe, Dedy, S.Si, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pihak manajemen perusahaan harus menempatkan keselamatan jiwa di atas segala prioritas operasional maupun target produksi.

“Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikesampingkan demi kepentingan produksi maupun operasional perusahaan,” ujar Dedy.

Dedy menekankan bahwa langkah penanganan tidak boleh terhenti saat kondisi darurat berhasil dikendalikan. Ia mendesak agar penyelamatan serta penanganan medis terhadap para korban diutamakan sebelum melangkah ke tahap investigasi.

Setelah penanganan korban berjalan, pemeriksaan menyeluruh harus segera dilakukan untuk membongkar kronologi, penyebab pasti ledakan, hingga potensi adanya kelalaian penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kehadiran investasi berskala besar di Konawe harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum, perlindungan tenaga kerja, serta tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat setempat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedy mengingatkan bahwa keberadaan kawasan industri di Kecamatan Morosi membawa tanggung jawab sosial dan lingkungan yang besar. Keberadaan PT OSS tidak boleh sebatas dimaknai sebagai pusat penggerak investasi semata.

“Perusahaan juga harus memberikan jaminan keselamatan, melindungi masyarakat sekitar, dan menghadirkan manfaat nyata bagi daerah,” pungkas Dedy.

—

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *